Ereksi (pemasangan) struktur lantai jembatan adalah tahap paling penting dan kompleks. Pemilihan metode yang tepat bergantung pada bentang jembatan, kondisi medan di bawah jembatan (sungai, lembah, atau lahan), serta ketersediaan anggaran.
1. Sistem Perancah (Shoring System)
Sistem ini melibatkan pemasangan struktur penyangga sementara (perancah) di bawah bentang jembatan. Cocok untuk jembatan beton yang dicor di tempat (*cast insitu*).
- **Keuntungan:** Minim kebutuhan alat angkat berat. Biaya ereksi lebih rendah jika perancah sudah dimiliki.
- **Kerugian:** Produktivitas relatif rendah karena butuh waktu *setting* beton yang lama. Memerlukan kondisi tanah yang baik di bawah jembatan sebagai dudukan perancah.
2. Sistem Servis Crane
Metode ini menggunakan alat angkat berat (service crane) untuk mengangkat dan menempatkan balok pracetak (precast girder) atau batang rangka baja ke posisinya.
- **Keuntungan:** Produktivitas ereksi tinggi dan cepat. Tidak terpengaruh kondisi di bawah lantai jembatan (asalkan lahan di sekitar proyek memungkinkan manuver crane).
- **Kerugian:** Biaya tinggi, terutama untuk sewa crane berkapasitas besar. Memerlukan akses jalan yang memadai untuk mobilisasi alat.
3. Sistem Launching Truss / Gantry
Metode ini menggunakan rangka peluncuran sementara (*launching truss*) yang melintang dari satu pilar ke pilar berikutnya untuk menarik atau mendorong balok jembatan. Ini adalah solusi efektif untuk bentang yang panjang di atas hambatan seperti sungai besar atau jurang.
- **Keuntungan:** Dapat bekerja tanpa terpengaruh kondisi di bawah lantai jembatan (sungai, lembah). Sangat efisien untuk bentang yang lebih dari satu.
- **Tambahan:** Untuk balok yang sangat besar, terkadang digunakan Sistem *Incremental Launching*, di mana seluruh segmen jembatan didorong sedikit demi sedikit dari satu abutmen.