Kualitas jalan aspal sangat bergantung pada tahapan pelaksanaan yang ketat sesuai spesifikasi teknis. Prosesnya dimulai jauh sebelum penghamparan aspal panas, memastikan struktur jalan kuat dan permukaan tahan lama.

1. Pekerjaan Persiapan Lahan dan Tanah Dasar

Lokasi harus dibersihkan dari material pengganggu. Tanah dasar (subgrade) harus dipadatkan hingga mencapai kepadatan yang disyaratkan. Jika diperlukan, dilakukan perbaikan tanah dasar (*soil improvement*).

2. Pembuatan Lapisan Perkerasan Bawah

Ini mencakup pemasangan lapisan pondasi bawah (*sub-base course*) dan lapisan pondasi atas (*base course*), umumnya menggunakan agregat (batu pecah) yang telah diuji dan dipadatkan untuk menahan beban lalu lintas.

3. Aplikasi Lapisan Perekat (Prime & Tack Coat)

Lapisan perekat sangat penting untuk menjamin ikatan antar lapisan aspal:

  • Prime Coat: Aspal cair disemprotkan di atas lapisan dasar agregat untuk menutup pori-pori dan meningkatkan daya rekat dengan lapisan aspal berikutnya.
  • Tack Coat: Aspal emulsi tipis disemprotkan di atas lapisan aspal yang sudah ada (misalnya, jika melakukan pelapisan ulang) untuk merekatkan lapisan lama dan lapisan baru.

4. Penghamparan Aspal Hot Mix (HMA)

Aspal Hot Mix yang diproduksi di AMP (*Asphalt Mixing Plant*) diangkut ke lokasi menggunakan *dump truck*. Sebelum dihamparkan, suhu aspal harus dicek. Penghamparan dan perataan dilakukan menggunakan **Asphalt Finisher** sesuai *marking* dan ketebalan yang telah ditentukan.

5. Pemadatan (Compaction)

Tahap ini adalah tahap kritis untuk mencapai kepadatan dan kerataan permukaan yang maksimal. Pemadatan dilakukan secara bertahap menggunakan:

  1. **Pemadatan Awal (Breakdown Rolling):** Menggunakan *tandem roller* atau *macadam roller* di kecepatan rendah.
  2. **Pemadatan Utama (Intermediate Rolling):** Menggunakan *tire roller* (roda karet) untuk mengatur kerapatan.
  3. **Pemadatan Akhir (Finish Rolling):** Menggunakan *tandem roller* ringan untuk menghilangkan bekas roda dan mencapai permukaan yang rata.

Proses pemadatan harus dimulai dari tepi luar menuju sumbu jalan, dengan lintasan penggilasan yang tumpang tindih (*overlap*).